Senin, 30 Desember 2013

Peluang Usaha Bisnis Makanan Ringan Anak-anak



Nama          : Hiras Lumbannahor
Npm           : 19210707
kELAS        : 4 ea 18

Kebiasaan menyantap makanan ringan tak hanya dilakukan oleh orang dewasa, bahkan anak-anak mulai dari usia balita hingga ramaja sangat menyukai makanan ringan yang dikonsumsi baik saat bermain bersama teman-temannya, mengisi waktu senggang atau aktivitas lainnya. Pangsa pasar anak-anak yang cukup luas dengan rentang usia yang cukup lebar membuat makanan ringan yang menyasar segmen anak-anak  semakin marak, baik skala industri rumahan hingga pabrikan. Tengok saja berbagai jenis dan cita rasa makanan ringan untuk anak-anak sangat mudah sekali dijumpai dari pasar tradisional hingga pasar modern. Sejauh mana peluang bisnis makanan ringan anak-anak ini?
Makanan ringan atau camilan juga termasuk bisnis kuliner yang bertahan cukup lama dibandingkan  menu kuliner lain yang tergolong makanan basah atau makanan berat. Ada 2 kategori makanan ringan, yaitu : makanan ringan basah seperti singkong goreng, pisang goreng, dan aneka makanan ringan basah lainnya dari tiap-tiap daerah di Indonesia. Kemudian ada juga makanan ringan kering seperti kue-kue kering dan anek maakanan ringan kering lainnya dari tiap-tiap daerah dengan berbagai variasi rasa.
Untuk home industry, mereka biasanya memproduksi banyak variasi makanan ringan anak. Namun untuk pabrikan, mereka biasanya hanya berkonsentrasi pada satu produk makanan ringan saja. Seperti Sriboga, Corporate Communication Mayora Group. Untuk Mayora, saat ini hanya fokus membuat camilan berbentuk biskuit dan wafer dengan aneka variasi, misalnya dibalut cokelat, bukan membuat camilan variasi lain berupa snack seperti chiki atau sejenisnya.
Saat ini, tren camilan atau makanan ringan yang disukai anak-anak didominasi oleh makanan kemasan dengan warna, bentuk, dan kemasan yang menarik. Misalnya : sosis goreng, kentang goreng dengan aneka bumbu, cup cake dengan karakter binatang atau kartun, ice cream, pudding aneka warna, candy, jelly dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu, makanan ringan anak-anak yang mengandung bahan-bahan menyehatkan, tanpa MSG dan pewarna serta pengawet menjadi juga semakin diminati oleh anak-anak.
Segmen Pasar
Para produsen makanan ringan umumnya menyasar semua kelas mulai dari kelas bawah hingga atas. Namun ada juga yang hanya menyasar kelas menengah bawah. Hal itu disebabkan, produk makanan ringannya dibuat tanpa pengawet, sehingga daya tahannya hanya sekitar 2,5 bulan saja. Dengan daya tahan segitu, produsen tak bisa memasukkan barangnya ke supermarket yang merupakan tempat kalangan menengah ke atas berbelanja. Untuk bisa dipasarkan di supermarket, daya tahan makanan yang diproduksi harus sampai 6 bulanan, dimana daya tahan segitu hanya bisa diperoleh dengan menggunakan pengawet.
Untuk segmen kelas menengah bawah, pemasarannya dilakukan melalui para distributor, dimana distributor itu nanti akan menyalurkannya kembali ke agen dan sales-sales. Meskipun target pasarnya kelas menengah bawah, para produsen tetap menjaga kualitas produknya. Karena kualitas adalah faktor penting dalam sebuah produk makanan.
Modal Minim
Memulai bisnis camilan anak-anak tak harus bermodal besar. Modal usaha bisa dimulai dari ratusan ribu rupiah saja. Di awal-awal kita bisa mulai dengan menjadi reseller sambil mengumpulkan modal tambahan sedikit demi sedikit. Setelah modal tambahan tercukupi, kita bisa mulai memproduksi sendiri, tak perlu mengikuti kursus membuat makanan ringan anak, karena secara otodidak, lama kelamaan kita bisa menciptakan resep paten untuk memproduksi camilan anak yang enak. Yang perlu diperhatikan dalam memproduksi camilan anak adalah, upaya kita untuk selalu mengikuti tren produk camilan anak, caranya bisa melalui komunitas usaha, atau bisa juga melalui internet. Keuntungan usaha ini pun cukup tinggi hingga 57 persen.
Persaingan Usaha
Persaingan usaha makanan ringan pasti akan selalu  dihadapi oleh produsen di bisnis ini. Pesaing tak hanya datang dari kalangan produsen skala pabrikan, namun juga home industry (industri rumahan). Untuk mengatasi persaingan, tentu saja pelaku usaha harus memberikan mutu terbaik untuk setiap produknya, mulai dari bahan baku, cara produksi, kehigienisan dan kualitas rasa.
Seperti penggunaan bahan baku bumbu tabur sebaiknya dipasok dari supplier bahan baku pabrikan karena kualitasnya lebih terjamin dibandingkan dari pasar tradisional. Bahan baku dari pabrikan juga harus dipilih yang sudah memiliki lisensi BPOM, agar tidak mengandung bahan kimia yang membahayakan tubuh dan tanpa pewarna.
Meskipun persaingan usahanya cukup ketat, namun jangan khawatir, anda tetap bisa berkecimpung di bisnis makanan ringan anak ini, tentunya dengan menyajikan produk yang berbeda, unik, berkualitas, serta segmen pasar yang jelas.
Ada beberapa jenis makanan ringan yang persaingannya belum ketat, seperti makanan ringan untuk kesehatan, stik keju cita rasa tradisional. Sedangkan untuk jenis keripik singkong, saat ini persaingannya sudah ketat. Namun bila anda tetap ingin membuat keripik singkong, produk anda harus tampil beda, misalnya dengan menyediakan berbagai varian rasa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar