Senin, 09 April 2012

Tugas Perilaku Keorganisasian 2


TUGAS KEORGANISASIAN
DEMO KENAIKAN BBM DAN MENEJEMEN KONFLIKNYA



JAKARTA, suaramerdeka.com - Suasana di sekitar Salemba, Jalan Diponegoro, Jakarta yang semula mencekam, Kamis (29/3) malam ini berangsur-angsur meredam. Polisi berhasil memukul mundur pengunjuk rasa dari gabungan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Yayasan Administrasi Indonesia (YAI). Sebelumnya, sekitar pukul 20.30 WIB, sebuah mobil Toyota Avansa dibakar massa. Pembakaran mobil itu dilakukan di depan jalan masuk Universitas Bung Karno, Jalan Diponegoro, depan kantor YLBHI. Sore hari sebelumnya, satu unit mobil milik polisi jadi hangus dibakar massa. Kemudian pula para mahasiswa itu, membakar satu unit motor polisi serta merusak pos polisi yang ada di jalan Diponegoro. Awalnya, mahasiswa Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) dan Universitas Kristen Indonesia (UKI) berunjuk rasa di depan kampusnya, kawasan Salemba, sore tadi. Para pendemo yang menolak kenaikan BBM ini enggan membubarkan diri, bahkan memblokade Jalan Salemba, sehingga polisi bertindak tegas dengan membuyarkan konsentrasi massa. Namun, pendemo melakukan perlawanan. Mereka merusak satu unit sepeda motor diduga milik polisi, serta memblokade jalan. Sementara itu, saat ini, polisi tengah mencoba menetralisasi lokasi bekas kericuhan. Insiden bermula dari pukul 18.00 WIB, saat mahasiswa memblokade tiga jalur di Jalan Salemba Raya. Namun pukul 19.00 WIB, seluruh jalur diblokade. Akibatnya arus lalu lintas lumpuh total.




Menurut saya:
Indonesia memang Negara demokrasi, ngk harus sembunyi-sembunyi untuk menyuarakan pendapat, aspirasi, banyak cara menyalurkannya salah satunya dengan demo.
Awal yang bagus untuk mahasiswa yang udah turun kejalan menyuarakan suara rakyat yang siap tercekik apabila BBM benar-benar naik ya secara dampaknya itu kemana-mana. Jempol deh buat aspirasi mereka bersatu seluruh mahasiswa buat tujuan yang sama “ Penolakan BBM” berjalan dengan damai awalnya. ngk tau kenapa terpicu dan dari  siapa ko tiba-tiba berbuat anarki gitu ya brutal bakar mobil bakar motor, ngerusak pos polisi. Warga juga yang awalnya simpati jadi malah ketakutan sama ulah kalian yang anarki, Banyak yang dirugiin buka materi aja, tapi juga fisik sama mental.
Yudah lah yang namany mahasiswa, sekolah, pendidikan ya ngk usah deh pake rebut- rebut sampe brutal kaya gtu jadi jelek nama mahasiswa. Ya ngk papa demo tapi disiplin dong, ok!
Untuk pak polisi ya memang polisi juga manusia. Tolong jangan terpancing emosi lagian matengan juga pak polisi dibandingin mahasiswa yang masih kurang control. Sebagai penegak hukum dan mengayomi masyarakat, seharusnya anda lebih bijak di setiap tindakan yang dilakukan.
Untuk para dewan rakyat tolong transparan aja lah buat kemakmuran rakyat kami ni buka boneka yang siap digerakin kesana apa kesini kami juga bias berontak kalo ngk suka. Tolong kebijakan yang seadilnya rakyat bukan untuk kepentingan politik


Strategi Mengatasi Konflik Menurut Stevenin (2000, pp.134-135), terdapat lima langkah meraih kedamaian dalam konflik. Apa pun sumber masalahnya, lima langkah berikut ini bersifat mendasar dalam mengatasi kesulitan:
1.      Pengenalan
Kesenjangan antara keadaan yang ada diidentifikasi dan bagaimana keadaan yang seharusnya. Satu-satunya yang menjadi perangkap adalah kesalahan dalam mendeteksi (tidak mempedulikan masalah atau menganggap ada masalah padahal sebenarnya tidak ada).
2.      Diagnosis
Inilah langkah yang terpenting. Metode yang benar dan telah diuji mengenai siapa, apa, mengapa, dimana, dan bagaimana berhasil dengan sempurna. Pusatkan perhatian pada masalah utama dan bukan pada hal-hal sepele.
3.      Menyepakati suatu solusi
Kumpulkanlah masukan mengenai jalan keluar yang memungkinkan dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Saringlah penyelesaian yang tidak dapat diterapkan atau tidak praktis. Jangan sekali-kali menyelesaikan dengan cara yang tidak terlalu baik. Carilah yang terbaik.
4.      Pelaksanaan
Ingatlah bahwa akan selalu ada keuntungan dan kerugian. Hati-hati, jangan biarkan pertimbangan ini terlalu mempengaruhi pilihan dan arah kelompok.
5.      Evaluasi
Penyelesaian itu sendiri dapat melahirkan serangkaian masalah baru. Jika penyelesaiannya tampak tidak berhasil, kembalilah ke langkah-langkah sebelumnya dan cobalah lagi.

http://perilakudanperkembanganorganisasi.blogspot.com/2011/05/normal-0-false-false-false_3799.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar