Sabtu, 01 Juni 2013

TUGAS KE-3 SOFTSKILL (BAHASA INDONESIA 2#)


 NAMA    : HIRAS LUMBANNAHOR
 NPM       : 19210707
 KELAS   : 3EA18



RESENSI NOVEL KETIKA CINTA BERTASBIH
I. IDENTITAS BUKU
a. Judul : Ketika Cinta Bertasbih
b. Penulis : Habiburrahman El Shirazy
c. Penerbit : Republika-Basmalah
d. Tahun terbitan : 2007
e. Dimensi : 20,5 cm x 13,5 cm
f. Tebal : 477 halaman
g. Harga : Rp. 69.000,-
h. Ilustrasi sampul : Disampul terdapat sebuah Masjid dan suasana langit
Bermega merah.
II. SINOPSIS
Novel ini menceritakan tiga sosok anak muda yang sedang menuntut ilmu disebuah perguruan Tinggi, Yaitu Universitas Al-Azhar Di Cairo, yang didalam perjalanan menuntut ilmu itu mereka banyak menghadapi konflik, khususnya didalam mencari jodoh, mereka adalah : Anna Altafunnisa, Khairul Azzam, dan Furqan Andi Hasan, serta banyak peran pendukungnya lainnya.
            Anna Altafunnisa adalah anak dari seorang kiai ternama disebuah pesantren termahsyur di Desa Wangen yakni, Kiai Lutfi. Ia tumbuh dan besar dengan akhlak dan budi pekerti yang baik, ditambah lagi dengan paras yang cantik dan menawan, sehingga banyak mahasiswa Al- Azhar yang suka dan menaruh perhatian padanya termasuk diantara mereka Azzam dan Fuqran, serta laki-laki yang kenal dengan Anna di Indonesia, khususnya para santri dari pada pesantren Wangen.
           Saat Anna kembali ke Indonesia, karena ia mendapat kesempatan untuk membuat penelitian dalam penyelesaiaan tesisnya, saat itulah Ayah nya meminta pada Anna agar memilih salah satu lamaran-lamaran yang telah datang pada nya, yang selama ini banyak lamaran yang datang dan banyak juga yang ditolaknya. Saat itu ayahnya mengatakan satu lamaran yang datang dari orang yang sangat dikenalnya Yaitu M. Ilyas, sedangkan yang datang langsung pada Anna Yaitu Fuqran Andi Haswan, yang melamarnya melalui ustadz Mujab.
                Dalam kebimbangannya memilih antara Ilyas dan Furqan, ada seorang lelaki yang sebenarnya yang telah memikat hatinya dan diharapkannya bertemu kembali. Ia bertemu baru pertama kali dan waktu itu Ia bertemu di Cairo, yang dikenal olehnya dengan nama Abdullah alias Azzam, seorang penjual bakso dan tempe sekaligus Mahasiswa di Universitas Al- Azhar, Cairo. Berhubungan lamaran yang datang hanya dari Ilyas dan Furqan, dan harus dipilih salah satu dari mereka secepatnya, maka Ia memilih Furqan yang seorang lulusan S2 di Cairo dan sedang mengambil S3 nya, terlebih lagi karena Ia tahu lebih dekat siapa Furqan, dan tidak memilih Ilyas, karena kurang dapat menjaga pandangannya terhadap wanita.
Setelah terikat dengan Furqan tanpa diduga Ia bertemu kembali dengan orang yang pernah memikat hatinya, Azzam,dan yang sekarang ada di Indonesia, dan tanpa disadarinya Ia telah mengenal baik keluarga Azzam yang memang tinggal di Indonesia.
               Harapan yang telah disimpannya untuk Azzam telah terhalang dan harus dilupakan/ dihapus dari hidupnya karena Ia juga sudah memiliki Furqan sebagai calon suaminya, ternyata bagi Azzam yang juga menyimpan rasa yang sama pada Anna saat di Cairo harus rela melupakan Anna.
             Pernikahyan Anna dan Furqan berlangsung dan mereka hidup dengan baik. Begitu juga pada Azzam, setelah Anna menikah, ibunya menyuruh agar Ia segera mencari pasangan hidup, dan Azzam pun mencari pendampingnya. Banyak wanita yang sudah dilamarnya, tapi selalu ada saja yang tidak cocok untuk dirinya, hingga suatu saat lamaran diterima seorang wanita dan hampir terjadi akad, harus terputus karena suatu kecelakaan yang menyebabkan Ibunya meninggal dan Ia lumpuh untuk beberpa waktu yang cukup lama.
            Selam 6 bulan Anna dan Furqan dalam kehidupannya yang baik saja, dan saat itu juga hubungan mereka retak, Furqan menceritakan pada Anna bahwasanya dia sudah tidak perjaka lagi sebelum menikah dengan Anna dan dipastika terkena HIV dan karena itu juga Ia tidak pernah menyentuh Anna, sehingga akhirnya Ia terpaksa memberi kebebasan untuk Anna (cerai).
            Kembalilah Anna pada orang tuanya,. Azzam yang lumpuh setelah kecelakaan itu telah sembuh seperti semula, Ia mendatangi kiai Lutfi mohon bantuan mencarikan jodoh yang tepat sesuai permintaan Ibunya dulu. Kiai Lutfi lalu menceritakan seorang wanita yang dicerai suaminya karena suatu hal dan wanita itu masih perawan, yang diharapkan kiai Lutfi sendiri agar dapat diterima Azzam. Tanpa disadari Azzam Ia menerima tawaran Kiai Lutfi, agar menerima wanita itu menjadi istrinya, Azzam sangat senang begitu tahu kalau wanita yang diceritakan itu adalah orang yang pernah dicintainya yaitu Anna Althafunnisa, begitu juga sebaliknya Anna sangat senang karena Ia juga menjadi istri dari orang yang dulu sangat diharapkannya, atau cinta pertamanya.
              Setelah sebulan pernikahan Anna dengan Azzam, tiba-tiba Furqan kembali menghubungi Anna dan membawa rujukan, dan Ia menceritakan bahwa Ia tidak terkena HIV. Tapi semua sudah terjadi Anna dan Azzam sudah bahagia, dan mereka mendoakan agar Furqan menemukan pasangan hidup yang cocok untuk nya.
III. UNSUR-UNSUR SASTRA

a. Unsur-Unsur Intrinsik
1.Tema :
“ cinta dan sebuah cita-cita ”
2.Tokoh :
• Anna Althafunnisa
• Ayatul Husna
• Khairul Azzam
• Muhammad Ilyas
• Furqan Andi Hasan
• Ibu Azzam
• Kiai Lutfi
3.Perwatakan / Krakter :
• Ø Anna Althafunnisa ; Seorang gadis yang sangat sempurna dimata semua orang, selain pintar dan cantiknya, dia juga mempunyai budi pekerti yang baik
• Ø Khairul Azzam ; Seorang Pemuda yang bertanggung jawab terhadap keluarga dan atas setiap perbuatannya dan menjadi suami dari Anna Althafunnisa
• Ø Furqan Andi Hasan ; Seorang pemuda yang pernah menjadi suami I Anna dan bercerai karena suatu masalah yang sangat serius
• Ø Kiai Lutfi ; Seorang Ayah yang sangat bertanggung jawab atas perbuatannya dan dapat menjadi panutan bagi masyarakat.
• Ø Ayatul Husna ; Gadis yang sangat menyayangi keluarganya dan menjadi perantara yang mempertemukan Anna dengan Azzam ketika di Indonesia
• Ø Pendukung lainnya.
4.Alur / Plot :
Dalam novel ini penilis menggunakan alur maju, karena dimulai dengan awal pertemuan Anna Althafunnisa dengan Azzam, yang mana mereka telah melewati liku-liku kehidupan hingga akhirnya mereka bersatu / menikah.
5. Gaya Bahasa :
Dalam Novel ini penulis lebih banyak menggunakan bahasa percakapan 3 bahasa yaitu bahasa inggris,bahasa arab,dan bahasa indonesia sehingga pembaca mudah untuk mamahami isi cerita.
6.Setting / Lokasi :
Dalam novel ini tempat yang dipakai penulis untuk mengisi ceritanya terletak di Cairo, di Desa Kartasura, Desa Wangen jawa.
7.Sudut Pandang :
Memakai kata ganti orang ketiga karena dalam penceritaan penulis menggunakan kata dia.
8.Amanat :
Raihlah cita-cita setinggi mungkin berjuanglah dengan kemampuan kita.Jadikan kehidupan ini sebagai tantangan bagi kita semua.
-Unsur-unsur Ekstrinsik
a. Budaya
Novel ini penuh dengan keadaan yang mewah di sekitar Negara Cairo Mesir.
b. Sosial
Kehidupan seorang pemuda yang hidup mandiri di suatu Negara yaitu Cairo Mesir yang serba kekurangan tetapi memiliki tekad yang tinggi untuk meraih cita-cita nya.
c. Bahasa
Bahasa yang digunakan dapat dimengerti oleh masyarakat walaupun ada kata-kata yang tidak dapat dipahami juga oleh masyarakat tertentu karena bahsa yang digunakan yaitu bahasa arab.
d. Ekonomi
Kehidupannya sederhana tetapi Azam mempunyai tekad yang tinggi untuk terus meraih cita-cita nya dengan berjualan tempe di Cairo Mesir.
e.Agama
Novel ini sangat menganut kepada ajaran agama Islam.
f.Politik
Di dalam Novel ini mengandung politik keagamaan seorang kiyai yang menjadi ulama besar di Cairo Mesir.
g.Riwayat Pengarang
Habiburrahman el-Shirazy (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 30 September 1976; umur 33 tahun) adalah sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dikenal sebagai dai, novelis, dan penyair. Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tapi juga negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei. Karya-karya fiksinya dinilai dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca. Diantara karya-karyanya yang telah beredar dipasaran adalah Ayat-Ayat Cinta (telah dibuat versi filmnya, 2004), Di Atas Sajadah Cinta (telah disinetronkan Trans TV, 2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (2005), Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (Desember, 2007) dan Dalam Mihrab Cinta (2007). Kini sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerussalem.
IV. PENILAIAN TERHADAP NOVEL

KELEBIHAN
• Novel ini menghadirkan kisah percintaan bukan sekedar terhadap lawan jenis tapi jauh mengungkapkan kecintaan terhadap Allah.
• Merupakan salah satu novel pembangun jiwa yang penuh akan makna.
• Gaya bahasa yang ringan dan alur cerita yang mudah dimengerti membuat pembaca seakan dapat melihat apa yang ingin diperlihatkan penulis novel.
• Sarat akan pengetahuan.
KEKURANGAN
• Untuk novel dengan pengarang yang sama dan konsep yang sama pula, latar yang dipilih kurang variatif.
KEBERMANFAATAN
• Novel percintaan yang satu ini pantas di baca oleh siapa saja. Sesuai dengan konsepnya, yaitu novel pembangun jiwa, novel ini dapat memberikan semangat pada jiwa untuk lebih bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. selain itu, novel ini penuh dengan ilmu pengetahuan yang akan memperluas wawasan kita terhadap dunia.
V. PENUTUP

a. Kesimpulan
Kita dapat mengambil pelajaran bahwa bagaimana pun hidup yang kita jalani harus disyukuri karena itu adalah nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Kita dapat mengetahui arti perjuangan hidup untuk meraih cita-cita yang tinggi dan dengan tekad yang yakin bahwa kita bias. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita teladani dari Novel tersebut seperti keagamaan,moral,cinta pertama yang indah,ketegaran hidup,bahkan makna sebuah takdir yang tidak bisa kita tebak. Selain itu dapat mencontoh tokoh-tokoh yang dapat diteladani seperti tokoh-tokoh manusia sederhana jujur, tulus, gigih, giat, penuh dedikasi, ulet, sabar, tawakal, dan sebagainya.
b. Saran
Diharapkan mencari ilmu dijadikan tujuan hidup yang harus diutamakan agar terciptanya potensi unggul yang akan menjadi prestasi cemerlang dimasa mendatang seperti dalam Novel tersebut yang memperjuangkan cita-citanya.

Jumat, 03 Mei 2013

TUGAS KE 2 SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2

NAMA   : HIRAS LUMBANNAHOR
NPM      : 19210707
KELAS  : 3EA18

         METODE ILMIAH
PENENTUAN  TEMA:
Tema yang diambil dalam penelitian ini yaitu tentang"KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP WISATA AGRO"

PENENTUAN JUDUL :
Judul yang diambil adalah mengenai tentang “ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG DAN PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA AGRO"

LATAR BELAKANG
Wisata agro merupakan salah satu jenis wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata dan mmemadukan antaara kegiatan pertanian dan kegiatan wisata. Wisata aagro bukan semata merupakan usaha yang menjual jasa bagi pemenuhan kebuhan konsumen akan pemandangan yang sangat indah dan udara yang sangat segar, namun juga dapat berperan sebagai media promosi produk pertanian, menjadi media pendidikan bagi masyarakat. Hal ini memberikan sinyal bagi peluang pengembangan diversifikaasi produk agribisnis yang berarti pula dapat menjadi kawasan pertumbuhan baru wilayah.
Preferensi dan motivasi wisatawan yang berkembang secara dinamis serta kecenderungan wisatawan untuk kembali  ke alam menyebabkan pengembangan daya tarik wisata yang berbasiskan alam menjadi potenssial di kawasan Kabupaten Bogor, merupakan salah satu wilayah yang memilki potensi yang cukup besar dalam pengembangan wisata agro.
Kebun wisata Pasirmukti merupakan salah satu objek wisata agro yang memiliki fasilitas edukatif khususnya di bidang pertanian, antara lain membajak sawah, mananam padi, memetik buah sendiri, menanam sayuran, dan memancing ikan. Fasilitas wisata ini ditawarkan dalam bentuk paket berbagai pilihan. Target pasar utama pihal Manajemen Pasirmukti adalah para pelajar khususnya siswa SD dan SLTp. Hal ini sesuai dengan misi utama Kebun Wisata Pasirmukti yakni mengenalkan dunia pertanian sejak dini kepada generasi muda. Oleh karena itu, faasilitas-fasilitas yang didirikan dan kegiatan-kegiatan yang ditawarkan selain memiliki fasilitass penunjang wisata seperti restoran, penginapan, sarana peribadatan, hotel, area kemping, kolam renang dan kolam ikan juga memilki fasilitas pendidikan pertanian di dalamnya.
Sebagai salah satu objek wisata agro yang belum lama dikenal oleh umum, Kebun Wisata Pasirmukti dihadapkan pada tantangan untuk dapat menarik hati wisatawan agar mau berkunjung. Hal ini penting dilakukan karena sebagai salah satu usaha yang bergerak di bidang jasa, pengunjung merupakan tolak ukur yang paling penting dalan keberlangsungan usahanya.
Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam penulisan ilmiah ini adalah bagaimana metode atau cara yang tepat dalam menentukan kepuasan konsumen terhadap wisata agro dengan pendekatan non-probability sampling melalui metode convenience sampling.
Tujuan Penelitian

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pengunjung terhadap performance Kebun Wisata Pasirmukti.
Tujuan Penelitian 

Ternyata metodologi dan metode riset memiliki manfaat dalam kehidupan sehari - hari kita. Seperti ketika kita ingin membeli suatu produk atau barang , tentu kita melihat terlebih dahulu mitivasi kita membeli , tujuan kita membeli barang tsb dan membandingan produk merk A dengan merk B.
 Hipotesis
Berdasarkan  latar  belakang  masalah rumusan  masalah  dan kerangka  pikir  yang telah  dikemukakan  di  atas,  maka  penulis  merumuskan  sebuah  hipotesis  penelitian sebagai berikut :
Diduga pihak bank melakukan perubahan pendekatan pemeriksaan dari yang mengedepankan Compliance Base menjadi Risk Base.
Ho = 0, tidak ada pengaruh secara signifikan dari  kesehatan bank dengan menggunakan metode convenience sampling.
Ha ≠ 0, ada pengaruh secara signifikan dari  kesehatan bank dengan menggunakan metode convenience sampling.
Analisis data
 
Penelitian ini menggunakan empat analisis. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan proses pengambilan keputusan kunjungan konsumen ke Kebun Wisata Pasirmukti. Importance-Peerformance Analysis digunakan untuk memetakan hubungan antara kepentingan dengan kinerja dari masing-masing atribut tersebut. Customer Satifaction Index digunakan untuk menganalisis kepuasan responden secara keseluruhan. Sedangkan uji Friedman dan Multiple Ccomparison digunakan untuk menentukan urutan prioritassss fasilitas tambahan yang perlu ddibangun.
Kesimpulan
 
Wisata agro merupakan salah satu jenis wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata dan mmemadukan antaara kegiatan pertanian dan kegiatan wisata. Wisata aagro bukan semata merupakan usaha yang menjual jasa bagi pemenuhan kebuhan konsumen akan pemandangan yang sangat indah dan udara yang sangat segar, namun juga dapat berperan sebagai media promosi produk pertanian, menjadi media pendidikan bagi masyarakat. Hal ini memberikan sinyal bagi peluang pengembangan diversifikaasi produk agribisnis yang berarti pula dapat menjadi kawasan pertumbuhan baru wilayah.
Preferensi dan motivasi wisatawan yang berkembang secara dinamis serta kecenderungan wisatawan untuk kembali  ke alam menyebabkan pengembangan daya tarik wisata yang berbasiskan alam menjadi potenssial di kawasan Kabupaten Bogor, merupakan salah satu wilayah yang memilki potensi yang cukup besar dalam pengembangan wisata agro.
 
 

Selasa, 02 April 2013

tugas softskill pernalaran deduktif


NAMA                  : HIRAS LUMBANNAHOR
NPM                     :19210707
KELAS                 :3EA18

PERNALARAN DEDUKTIF

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.
Jenis pernalaran deduksi dibagi kedalam beberapa proses silogisme. Untuk memudahkan proses pernalaran deduktif dengan silogismenya ini dipergunakan lingkaran Euler. Di sini akan dijelaskan mengenai posisi subjek dan predikat pada sebuah pernyataan, di mana subjek diwakilkan dengan warga Indonesia (W) dan predikat diwakilkan dengan ramah (R).

pernaralan deduktif bertolak dari sebuah konklusi atau simpulan yang diddapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Simpulan yang di peroleh tidak mungkin lebih umum dari pada proposisi tempat menarik simpulan itu.Prosisi tempat menarik simpulan itu disebut premis.
Penarikan simpulan dalam pernalaran deduktif dibagi menjadi dua, yaitu:
1.    Penarikan Simpulan Langsung
Penarikan simpulan secara langsung adalah penarikan simpulan yang ditarik dari satu premis. Premis yaitu proposisi tempat menarik simpulan.

·         Semua S adalah P. (premis)
Sebagian P adalah S. (simpulan)
Contoh: Semua sepeda mempunyai roda. (premis)
                  Sebagian yang mempunyai roda adalah sepeda. (simpulan)
  • Semua S adalah P. (premis)
Tidak satupun S adalah tidak P. (simpulan)
Contoh: Semua pistol adalah senjata berbahaya. (premis)
  Tidak satu pun pistol adalah senjata tidak berbahaya. (simpulan)
  • Tidak satupun S adalah P. (premis)
Semua S adalah tidak P. (simpulan)
Contoh: Tidak seekor pun macan adalah kangguru. (premis)
                   Semua macan adalah bukan kangguru. (simpulan)
  • Semua S adalah P. (premis)
Tidak satupun S adalah tidak P. (simpulan)
Tidak satupun tidak P adalah S. (simpulan)
Contoh: Semua ikan adalah berinsang. (premis)
                  Tidak satu pun ikan adalah tidak berinsang. (simpulan)
  Tidak satupun yang tak berinsang adalah ikan. (simpulan)
2.    Penarikan Simpulan Tidak Langsung
Penarikan simpulan secara tidak langsung diperlukan premis yang bersifat umum dan khusus.
Jenis pernalaran deduksi dengan penarikan simpulan tidak langsung, yaitu:
1.    Silogisme Kategorial
Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Hipotesis kondisional yaitu bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen.
Contoh:
  • Premis Mayor: Tidak ada manusia yang abadi.
·         2. Entimem
·         Dalam kehidupan sehari-hari, silogisme yang kita temukan berbentuk entimem, yaitu silogisme yang salah satu premisnya dihilangkan / tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
·          
·          
·         Contoh:
·                     Menipu adalah dosa karena merugikan orang lain.
·                     Kalimat di atas dapat dipenggal menjadi dua.
·                     a. Menipu adalah dosa
·                     b. Karena (menipu) merugikan orang lain.
·         Kalimat a merupakan kesimpulan, kalimat b adalah premis minor (bersifat khusus) maka silogisme dapat disusun:
·         Premis mayor : ?
·         Premis minor : Menipu merugikan orang lain.
·         Kesimpulan   : Menipu adalah dosa
·         Dalam kalimat itu, yang dihilangkan adalah premis mayor. Perlu diingat bahwa premis mayor bersifat umum, jadi tidak mungkin subyeknya menipu. Kita dapat berpikir kembali dan menentukan premis mayornya, yaitu perbuatan yang merugikan orang lain adalah dosa,jadi menipu adalah dosa.
·         Untuk mengubah entimem menjadi silogisme, mula-mula kita mencari kesimpulannya. Kata-kata yang emnandakan kesimpulan ialah jadi, maka, karena itu, dengan demikian, dan sebagainya. Kalu sudah, cari / tentukan premis yang dihilangkan.
·         Contoh:
·         Pada malam hari tidak ada matahari, jadi tidak mungkin terjadi proses fotosintesis.
·         Bentuk silogismenya adalah
·         Premis mayor: Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari.
·         Premis minor: Pada malam hari tidak ada matahari.
·         Kesimpulan : Jadi, pada malam hari tidak mungkin ada fotosintesis.
·                     Sebaliknya, untuk mengubah silogisme menjadi entimem, cukup dengan menghilangkan salah satu premisnya.
·         Contoh:
·         Premis mayor  : Anak-anak berusia di atas sebelas tahun telah mapu berpikir formal.
·         Premis minor   : Siswa kelas 6 di Indonesia telah berusia lebih dari sebelas tahun.
·         Kesimpulan     :  Siswa kelas 6 di Indonesia telah mampu berpikir formal.
·         Entimem dengan penghilangan premis mayor:
·         Siswa kelas 6 di Indonesia telah berumur di atas sebelas tahun, jadi mereka mampu berpikir formal.
·         Entimem dengan penghilangan premis minor:
·         Anak-anak yang berusia di atsa sebelas tahun telah mampu berpikir formal, karena tiu siswa kelas 6 di Indonesia mampu berpikir formal.

Sumber :  Judul : TEORI APRESIASI SASTRA
                 Pengarang : Dra.Sugihastuti, M.S.
Penerbit : Pustaka Pelajar

Rabu, 23 Januari 2013

TUGAS PERILAKU KONSUMEN

NAMA   : HIRAS LUMBANNAHOR
NPM    : 19210707
KELAS : 3EA18
TUGAS : PERILAKU KONSUMEN
 
Karakteristik dari Konsumen Indonesia (pada umumnya) dan Faktor yang Paling Mempengaruhi Perialaku Konsumen Indonesia
Karakteristik dari Konsumen Indonesia (pada umumnya)
Indonesia memilki lebih dari 220 juta penduduk dengan ratusan suku yang tersebar di berbagai pulai.Sekalipun berbeda-beda suku dan bahasa,namun pasti ada kesamaan karakter,yang bisa dijadikan patokan bagi para marketer untuk menjalankan strategi marketing.10 karakter unik konsumen Indonesia bisa di jadikan referensi yang pas untuk itu.Namun Anda harus hati-hati menyelami karakter ini.
Karakter dari konsumen Indonesia itu antara lain :
1. Berpikir jangka pendek (short term perspective), ternyata sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan sulit untuk diajak berpikir jangka panjang, salah satu cirinya adalah dengan mencari yang serba instant.
2. Tidak terencana (dominated by unplanned behavior). Hal ini tercermin pada kebiasaan impulse buying, yaitu membeli produk yang kelihatannya menarik (tanpa perencanaan sebelumnya).
3.Suka berkumpul. Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan suka berkumpul (sosialisasi). Salah satu indikator terkini adalah situs social networking seperti Facebook dan Twitter sangat diminati dan digunakan secara luas di Indonesia.
4. Gagap teknologi (not adaptive to high technology). Sebagian besar konsumen Indonesia tidak begitu menguasai teknologi tinggi. Hanya sebatas pengguna biasa dan hanya menggunakan fitur yang umum digunakan kebanyakan pengguna lain.
5. Berorientasi pada konteks (context, not content oriented). Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu 
dari tampilan luarnya. Dengan begitu,konteks-konteks yang meliputi suatu hal justru lebih menarik ketimbang hal itu 
sendiri.
6. Suka buatan Luar Negeri (receptive to COO effect). Sebagian konsumen Indonesia juga lebih menyukai produk luar
negeri daripada produk dalam negeri, karna bias dibilang kualitasnya juga lebih bagus dibanding produk di indonesia
7.  Beragama(religious). Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. Inilah salah satu karakter khas konsumen Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya. Konsumen akan lebih percaya jika perkataan itu dikemukakan oleh seorang tokoh agama, ulama atau pendeta. Konsumen juga suka dengan produk yang mengusung 
simbol-simbol agama.
8. Gengsi (putting prestige as important motive). Konsumen Indonesia amat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik “status” walau belum waktunya. Saking pentingnya urusan gengsi ini, mobil-mobil mewah pun tetap laristerjual di negeri kita pada saat krisis ekonomi sekalipun. Menurut Handi Irawan D, ada tiga budaya yang menyebabkangengsi. Konsumen Indonesia suka bersosialisasi sehingga mendorong orang untuk pamer. Budaya feodal yang masihmelekat sehingga menciptakan kelas-kelas sosial dan akhirnya terjadi “pemberontakan” untuk cepat naik kelas. Masyarakat kita mengukur kesuksesan dengn materi dan jabatan sehingga mendorong untuk saling pamer.
9.  Budaya lokal (strong in subculture). Sekalipun konsumen Indonesia gengsi dan menyukai produk luar negeri, namun unsur fanatisme kedaerahan-nya ternyata cukup tinggi. Ini bukan berarti bertentangan dengan hukum perilaku yang lain.
10. Kurang peduli lingkungan (low consciousness towards environment). Salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik adalah kekurang pedulian mereka terhadap isu lingkungan. Tetapi jika melihat prospek kedepan kepedulian konsumen terhadap lingkungan akan semakin meningkat, terutama mereka yang  tinggal di perkotaan begitu pula dengan kalangan menengah atas relatif lebih mudah paham dengan isu lingkungan. Lagi pula mereka pun memiliki daya beli terhadap harga premium sehingga akan lebih mudah memasarkan produk dengan tema ramah lingkungan terhadap mereka.
  Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku 
 Sumber : Kotler & Amstrong (2001:196)
Sikap konsumen akan mempengaruhi pilihannya dalam membeli, dimana seseorang mempunyai sikap terhadap segala sesuatu, misalnya : agama, politik, pakaian, makanan, dan lain-lain. Sikap menempatkan seseorang dalam kerangka berpikir, menyukai atau tidak menyukai, menghampiri atau menjual. Menurut Azwar (1988:24) ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap yaitu : pengalaman pribadi, kebudayaan, orang lain yang dianggap penting, media massa, institusi atau lembaga pendidikan dan lembaga agama serta faktor emosi dalam diri individu. Hal tersebut menunjukkan bahwa sikap konsumen bisa diubah. Dua cara lain yang bisa dilakukan pemasar untuk mempengaruhi seseorang untuk membeli produk atau merek yaitu : menyesuaikan atribut-atribut produknya dengan sikap konsumen yang telah ada, atau dengan mengubah sikap konsumen. Pilihan manapun dilakukan tentunya didasarkan pada biaya yang dikeluarkan untuk setiap alternatif.
 Menurut Krech dan Crutch field (1984:152), sikap adalah suatu organisasi yang abadi tentang motivasi, emosi, persepsi, dan proses kognitif mengenai beberapa aspek lingkungannya. Menurut Fishbein & Aizein (1975:6), sikap merupakan suatu kecenderungan yang terpelajari dalam memberikan respon menguntungkan atau tidak menguntungkan secara konsisten mengenai obyek tertentu. Sedangkan menurut Loudon dan Bitta (1993:423), sikap merupakan penilaian positif atau negatif, menyenangkan atau tidak menyenangkan, setuju atau tidak setuju dari perasaan seseorang terhadap suatu obyek. Namun selanjutnya Fishbein (1993:422) menyatakan bahwa lebih dari 100 definisi tentang sikap, dengan demikian maka belum ada kesepakatan yang baru tentang definisi sikap.
  Sumber : http://vibizmanagement.com/journal/index/category/sales_marketing/132/310
  Sumber : Kotler & Amstrong (2001:196)